Selamat datang di Biru Lautanku...............................
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan

Mamfaat Makan Ikan



Pemerintah sekarang sedang gencar gencarnya mengkampanyekan Gemar Makan Ikan. yah.. Ikan, semua orang pasti sudah tahu berbagai keunggulannya, selain murah dan mudah didapat, ikan juga merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi protein, dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3.

Ikan baik untuk tambahan diet karena kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi yang dibutuhkan agar tubuh tetap sehat. Orang yang sering makan ikan cenderung mengonsumsi lebih sedikit daging dan keju.

Beberapa cara sehat untuk memasukkan ikan dalam program diet Anda di antaranya bisa dengan cara dipanggang, rebus, dan dikukus. Ikan sangat direkomendasikan oleh banyak pakar kesehatan sebagai makanan dengan manfaat kesehatan yang kompleks.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dengan mengonsumsi ikan seperti dimuat di kompas.com:

1. Kesehatan kardiovaskular
Asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam ikan telah terbukti manfaatnya bagi jantung, arteri, dan vena yang membentuk sistem kardiovaskular Anda. Konsumsi ikan dapat membantu mencegah penyakit jantung dan gagal jantung dengan mencegah akumulasi trigliserida, mengurangi tingkat trigliserida berlebih, meningkatkan HDL (kolesterol baik), dan mencegah pembekuan darah. Studi para ahli dari Harvard School of Public Health menyimpulkan, makan sampai dua porsi ikan dalam seminggu dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung tiga kali lipat.

2. Menurunkan tekanan darah
Minyak ikan sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah, tetapi peran mereka dalam pencegahan belum jelas. Namun, mengasup banyak  minyak ikan tidak dianjurkan.

3. Menurunkan berat badan 
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Georgia, minyak ikan dengan DHA membantu menghentikan konversi pra-sel lemak ke dalam sel lemak sehingga mengurangi penumpukan lemak secara keseluruhan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, konsumsi kapsul minyak ikan diikuti dengan berolahraga efektif menurunkan lebih banyak lemak daripada olahraga tetapi tanpa asupan suplemen minyak ikan.

4. Menekan risiko kanker 
Omega 3 dalam ikan telah terbukti membantu mencegah tiga jenis kanker yang paling umum, yakni kanker payudara, kolon, dan prostat. Suplemen minyak ikan juga dapat membantu pasien yang menderita hiperlipidemia.

5. Meningkatkan fungsi otak 
Asam lemak omega-3 pada ikan dapat membantu perkembangan otak Anda. Asupan omega-3 yang tepat dapat membantu meningkatkan fokus mental pada anak-anak dan orang dewasa. Sebuah studi baru menunjukkan, suplemen minyak ikan dapat meningkatkan memori pada orang dewasa. Para peneliti juga menemukan manfaat asam lemak omega-3 pada ikan dalam meningkatkan perkembangan otak bayi dan anak-anak.

6. Melawan peradangan 
Ikan, terutama minyak ikan, memiliki sifat anti-inflamasi. Oleh karena itu, ikan efektif dalam mengurangi peradangan dalam darah dan jaringan. Asam lemak omega-3, khususnya EPA, banyak ditemukan dalam minyak ikan dan memiliki efek yang sangat positif pada respons inflamasi sehingga sangat membantu dalam mengurangi radang sendi, prostatitis (radang prostat), dan sistitis (radang kandung kemih).

7. Menyehatkan mata 
Konsumsi ikan sangat baik karena mempunyai kemampuan dalam memperbaiki penglihatan. Ikan dapat melawan degenerasi makula (bagian tengah retina), glaukoma, dan sindrom mata kering. Sebuah studi baru menemukan bahwa orang yang makan setidaknya dua porsi ikan per minggu lebih kecil kemungkinan mengalami degenerasi makula terkait (penyebab utama kebutaan terkait usia) dibandingkan orang yang tidak makan ikan sama sekali. Para peneliti mengatakan, asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko inflamasi dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

8. Perawatan kulit 
Konsumsi ikan membantu menjaga kulit dalam kondisi baik. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research, asam lemak omega-3 EPA yang ditemukan dalam minyak ikan dapat membantu mencegah keriput dan menunda proses penuaan kulit. Bahkan, menurut beberapa studi terbaru, suplemen minyak ikan dapat menjaga kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

9. Mengatasi depresi 
Asam lemak omega-3 dalam minyak ikan baik untuk mengurangi depresi dan kecemasan. Studi telah menemukan bahwa masyarakat yang mengonsumsi banyak ikan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.


Makan Ikan Penting untuk Perempuan
Mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega 3 seperti salmon secara signifikan dapat menurunkan risiko seorang perempuan muda terkena penyakit jantung, sebagaimana dilaporkan oleh para ahli asal Denmark.

Para peneliti menemukan bahwa perempuan usia subur yang tidak pernah makan ikan memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena masalah kardiovaskular ketimbang perempuan yang sering mengonsumsi ikan.

"Kami menemukan bukti bahwa meskipun hanya beberapa kali dalam sebulan seorang perempuan mengonsumsi ikan, tetapi mereka tetap diuntungkan," pemimpin penelitian Marin Strom, dari Statens Serum Institute, Copenhagen.

"Tetapi penting untuk ditekankan bahwa, untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan dan minyak ikan, perempuan harus mengikuti rekomendasi diet untuk mengonsumsi ikan sebagai makanan utama setidaknya dua kali dalam seminggu," tambahnya.

Strom dan rekan mengumpulkan data 49.000 perempuan hamil antara tahun 1996-2008. Peneliti bertanya seberapa banyak dan apa jenis ikan yang mereka makan - berharap untuk mengetahui apakah mengonsumsi jenis ikan tertentu membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Para perempuan berusia sekitar 15-49 tahun dan mereka juga ditanya tentang gaya hidup dan sejarah medis keluarga.

Selama delapan tahun masa tindak lanjut, ada 577 kejadian kardiovaskular - termasuk hipertensi, stroke dan penyakit jantung - dicatat. Lima perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Secara keseluruhan diketahui bahwa perempuan yang sedikit mendapatkan asupan ikan atau tidak sama sekali lebih mungkin dirawat di rumah sakit terkait penyakit kardiovaskular ketimbang mereka yang sering makan ikan.

Para peneliti juga mencatat, risiko terkait kardiovaskuler tiga kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak pernah makan ikan daripada perempuan yang mengkonsumsi ikan tinggi omega-3, setidaknya sekali seminggu.

"Sumber terbaik untuk memperoleh asam lemak omega-3 adalah salmon, herring, makarel, trout, dan Greenland halibut," kata Strom.

Menurut Strom, penelitian seperti ini sebelumnya hanya difokuskan pada laki-laki, dan bukan perempuan. "Ini adalah studi pertama yang memfokuskan secara eksklusif pada wanita usia subur," katanya.

Ikan Bikin Anak Makin Cerdas
Makan ikan membuat anak anda lebih cerdas, demikian hasil studi ilmuwan Swedia yang diterbitkan pekan ini.

Studi itu mendapati bahwa remaja laki-laki berusia 15 tahun dan makan ikan sedikitnya satu kali satu pekan mencatat prestasi tinggi dalam uji intelijensi ketika mereka berusia 18 tahun dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan.

"Kami menemukan hubungan yang jelas antara seringnya konsumsi ikan dan nilai lebih tinggi ketika remaja memakan ikan sedikitnya sekali sepekan," kata peneliti Profesor Kjell Toren dari Sahlgresnka Academy di University of Gotherburg.

Rata-rata, makan ikan sekali satu pekan dapat meningkatkan gabungan nilai intelijensi verbal dan visuospatial sebesar enam persen, sementara makan ikan lebih dari sekali dalam satu pekan meningkatkan nilai itu sampai 11 persen, kata para peneliti tersebut.

Studi itu yang dilandasi atas jawaban dari hampir 4.000 remaja Swedia dan disiarkan dalam Acta Paediatrica, terbitan Maret, menduga bahwa asam lemak omega-3 dan omega-6 pada ikan dapat menjadi kunci bagi peningkatan kemampuan kognitif.

Para peneliti tersebut juga berencana mengkaji apakah jenis ikan yang dikonsumsi memberi perbedaan hasil.
 

Budidaya Ikan Kerapu Dengan Metode Keramba Jaring apung



Ikan Kerapu merupakan jenis ikan laut yang banyak diminati konsumen karena tekstur dagingnya yang lembut dan gurih.  Ikan Kerapu ini enak sekali dikonsumsi sebagai ikan bakar atau digoreng juga lezat. Bahasa internasional ikan kerapu adalah grouper, banyak restoran menghidangkan ikan kerapu sebagai menu utama mereka. Ikan Kerapu ini bisa mencapai berat ratusan kilogram, seperti pernah di tangkap nelayan di perairan australia yang punya berat 275 Kg. Ikan kerapu berdasarkan hasil penelitian di Indonesia terdapat 41 jenis. Nama ikan kerapu berbeda-beda disetiap daerah di Indonesi, ada disebut ikan sunu, lodi dan lain-lain. Jenis yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis kerapu lumpur dan kerapu bebek.

ankan jenis ikan kerapu tikus atau keparu bebek (Cromileptes altivelis). Hal ini karena harga per kilogramnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan kedua jenis kerapu lainnya. Di Indonesia, kerapu tikus ini dikenal juga sebagai kerapu bebek atau di dunia perdagangan internsional mendapat julukan sebagai panther fish karena di sekujur tubuhnya dihiasi bintik-bintik kecil bulat berwarna hitam.
             
Persebaran Ikan Kerapu
Daerah penyebaran kerapu di mulai dari Afrika Timur sampai Pasifik Barat Daya. Di Indonesia, ikan kerapu banyak ditemukan di perairan Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Pulau Buru, Seram dan Maluku. Salah satu indikator adanya ikan kerapu adalah perairan karang. Indonesia memiliki perairan karang yang cukup luas sehingga potensi sumberdaya ikan kerapunya sangat besar.
Dalam siklus  hidupnya, pada umumnya kerapu muda  hidup diperairan karang pantai dengan kedalaman 0,5 – 3 m, selanjutnya menginjak dewasa beruaya ke perairan yang lebih dalam antara 7 – 40 m. Telur dan larvanya  bersifat pelagis, sedangkan kerapu muda dan dewasa bersifat demersal. Habitat favorit larva dan kerapu tikus muda adalah perairan pantai dengan dasar pasir berkarang yang banyak ditumbuhi padang lamun.
Parameter-parameter ekologis yang cocok untuk pertumbuhan ikan kerapu yaitu :
a. Temperatur antara 24 – 310C,
b. Salinitas antara 30 -33 ppt,
c.  kandungan oksigen terlarut > 3,5 ppm dan
d.  pH antara 7,8 – 8.
Perairan dengan kondisi seperti ini, pada umumnya terdapat di perairan terumbu karang.

Faktor Hidrologi Air Laut 
a). Faktor Fisika, yang meliputi :
  • Suhu atau temperatur perairan, yaitu 27 ~ 32 oC, dengan fluktuasi harian kecil dari 5 oC.
  • Kedalaman perairan, minimal 5 meter ( 3m tinggi jaring keramba, 2 m jarak antara dasar jaring dengan dasar perairan ).
  • Kecerahan, perairan harus jernih yaitu minimal kecerahannya 5 meter.
  • Kecepatan arus, yaitu idealnya 15 ~ 30 cm / det.
  • Dasar perairan. khusus untuk ikan kerapu macan, dasar perairan haruslah berkarang atau berpasir.
b). Faktor Kimia, yang meliputi :
  • Salinitas (kadar garam), yaitu 30 ~ 33 o/oo. Lokasi yang dekat dengan muara sungai tidak dianjurkan untuk lokasi pemeliharaan ikan ker apu macan, karena pada daerah seperti itu fluktuasi salinitasnya sangat besar sekali sehingga dapat mempengaruhi nafsu makan dan pertumbuhan ikan kerapu.
  • Derajat keasaman (pH), Kondisi perairan dengan pH netral sampai sedikit basa sangat ideal untuk kehidupan ikan kerapu macan. Suatu perairan yang ber-pH rendah dapat mengakibatkan aktivitas pertumbuhan menurun atau ikan menjadi lemah s er ta lebih mudah terserang penyakit sehingga mengakibatkan tingginya angka kematian (mortalitas). PH perairan yang baik untuk ikan kerapu macan adalah 8,0 ~ 8,2.
  • Oksigen terlarut, Ketersediaan oksigen terlar ut dalam perairan sangat dibutuhkan oleh ikan kerapu yang dipelihara untuk hidup. Rendahnya konsentrasi oksigen dalam perairan akan meyebabkan kurangnya nafus makan dan rendahnya pertumbuhan ikan kera pu yang kita pelihara dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Kandungan oksigen teralarut yang ideal untuk pemeliharaan ikan kerapu adalah diatas 5 ppm.
  • Biological Ocxygen Demand (BOD), yang mana parameter ini menunjukan aktivitas biologi yang ada dalam suatu perairan. Batas ideal BOD untuk pemeliharaan ikan kerapu macan adalah tidak melebih 5 ppm selama 5 hari.
  • Amoniak (NH3), Kandungan amoniak tinggi biasanya terdapat pada perairan yang tercemar dengan bahan-bahan organik. Untuk pemeliharaan ikan kerapu, kandungan amoniak di perairan tempat pemeliharaan tidak boleh lebih dari 1,0 ppm.
c). Faktor Biologi, yang meliputi :
  • Predator, dalam menentukan lokasi juga h arus diperhatikan keberadaan hewan-hewan predator, sebab hal ini juga akan mengganggu tingkat keberhasilan dalam melakukan usaha pemeliharaan ikan kerapu. Adapun hewan-hewan predator yang harus menjadi perhatian disini diantaranya adalah hewan-hewan laut buas, seperti anjing laut, ikan-ikan besar, ikan buntal, dan juga hewan-hewan darat seperti burung.
  • Total koloni bakteri, parameter ini biasanya terjadi pada perairan yang tercemar bahan organik. Total koloni bakteri untuk budidaya ikan kerapu tidak boleh melebihi 3.000 sel / m3.


Cara Budidaya Ikan Kerapu
Budidaya ikan kerapu tikus ini, dapat dilakukan dengan menggunakan bak semen atau pun dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA).  Budidaya ikan kerapu dalam Kermba Jaring Apung akan berhasil dengan baik ( tumbuh cepat dan kelangsungan hidup tinggi ) apabila pemilihan jenis ikan yang dibudidayakan, ukuran benih yang ditebar dan kepadatan tebaran sesuai.
Pemilihan Benih
Kriteria benih kerapu yang baik, adalah : ukurannya seragam, bebas penyakit, gerakan berenang tenang serta tidak membuat gerakan yang tidak beraturan atau gelisah tetapi akan bergerak aktif bila ditangkap, respon terhadap pakan baik, warna sisik cerah, mata terang, sisik dan sirip lengkap serta tidak cacat tubuh.
1. Penebaran Benih
Proses penebaran benih sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih. Sebelum ditebarkan, perlu diadaptasikan terlebih dahulu pada kondisi lingkungan budidaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam adaptasi ini, adalah :
(a) waktu penebaran (sebaikanya pagi atau sore hari, atau saat cuaca teduh),
(b) sifat kanibalisme yang cenderung meningkat pada kepadatan yang tinggi, dan
(c) aklimatisasi, terutama suhu dan salinitas.
2. Pendederan
Benih ikan kerapu ukuran panjang 4 – 5 cm dari hasil tangkapan maupun dari hasil pembenihan, didederkan terlebih dahulu dalam jaring nylon berukuran 1,5 x 3 x 3 meter dengan kepadatan ± 500 ekor. Sebulan kemudian, dilakuan grading (pemilahan ukuran) dan pergantian jaring. Ukuran jaringnya tetap, hanya kepadatannya menjadi hanya  250 ekor per jaring sampai mencapai ukuran glondongan (20 – 25 cm atau 100 gram). Setelah itu dipindahkan ke jaring besar ukuran 3 x3 x 3 meter dengan kepadatan optimum 500 ekor untuk kemudian dipindahkan ke dalam keramba pembesaran sampai mencapai ukuran konsumsi (500 gram).
3. Pakan dan Pemberiannya
Biaya pakan merupakan biaya operasional terbesar dalam budidaya ikan kerapu dalam KJA. Oleh karena itu, pemilihan jenis pakan harus benar-benar tepat dengan mempertimbangkan kualitas nutrisi, selera ikan dan harganya.  Pemberian pakan diusahakan untuk ditebar seluas mungkin, sehingga setiap ikan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakan. Pada tahap pendederan, pakan diberikan secara ad libitum (sampai kenyang). Sedangkan untuk pembesaran adalah 8 -10 % dari total berat badan per hari. Pemberian pakan sebaiknya pada pagi dan sore hari. Pakan alami dari ikan kerapu adalah ikan rucah (potongan ikan) dari jenis ikan tanjan, tembang, dan lemuru. Benih kerapu yang baru ditebar dapat diberi pakan pelet komersial. Untuk jumlah 1000 ekor ikan dapat diberikan 100 gram pelet per hari. Setelah ± 3-4 hari, pelet dapat dicampur dengan ikan rucah.
Hama dan Penyakit
Jenis hama yang potensial mengganggu usaha budidaya ikan kerapu dalam KJA adalah ikan buntal, burung, dan penyu. Sedang, jenis penyakit infeksi yang sering menyerang ikan kerapu adalah :
(a) penyakit akibat serangan parasit, seperti : parasit crustacea dan flatworm,
(b) penyakit akibat protozoa, seperti : cryptocariniasis dan broollynelliasis,
(c) penyakit akibat jamur (fungi), seperti : saprolegniasis dan ichthyosporidosis,
(d) penyakit akibat serangan bakteri,
(e) penyakit akibat serangan virus, yaitu VNN (Viral Neorotic Nerveus).

Konstruksi Keramba Jaring Apung
a. Pembuatan Rakit Keramba
1. Rakit
Rakit dapat dibuat dari bahan kayu, bambu atau besi yang dilapisi anti karat. Ukuran bingkai rakit biasanya 6 x 6 m atau 8 x 8 m. 

2. Pelampung
Untuk mengapungkan satu unit rakit, diperlukan pelampung yang berasal dari bahan drum bekas atau drum plastik bervolume 200 liter, styreofoam dan drum fiberglass. Kebutuhan pelampung untuk satu unit rakit ukuran 6 x 6 meter yang dibagi 4 bagian diperlukan 8 - 9 buah pelampung dan 12 buah pelampung untuk rakit berukuran 8 x 8 meter. Bahan pelampung yang akan digunakan adalah drum plastik volume 200 liter yaitu sebanyak 35 buah. Sebelum digunakan, kedalam drum plampung dimasukan sedikit karbit. Penggunaan karbit ini bertujuan untuk mengisi udara didalam pelampung, sehingga dengan demikian daya apungnya akan lebih bagus.

3. Pengikat
Bahan pengikat rakit bambu dapat digunakan kawat berdiameter 4-5 mm atau tali plastik polyetheline. Rakit yang terbuat dari kayu dan besi, pengikatannya menggunakan baut. Untuk mengikat pelampung ke bingkai rakit digunakan tali PE berdiameter 4-6 mm.

4. Jangkar
Untuk menahan rakit agar tidak terbawa arus air, digunakan jangkar yang terbuat dari besi atau semen blok. Berat dan bentuk jangkar disesuaikan dengan kondisi perairan setempat. Kebutuhan jangkar per unit keramba minimal 4 buah dengan berat 25 - 50 kg yang peletakannya dibuat sedemikian rupa sehingga rakit tetap pada posisinya. Tali jangkar yang digunakan adalah tali plastic / Polyetylene berdiameter 0,5 – 1,0 inchi dengan panjang minimal 2 kali kedalaman perairan.
b. Pembuatan Jaring
1. Jaring
Kantong jaring yang dipergunakan dalam usaha budidaya ikan kerapu, sebaiknya terdiri dari dua bagian, yaitu :
(a)  Kantong jaring luar yang berfungsi sebagai pelindung ikan dari serangan ikan-ikan buas dan hewan air lainnya. Ukuran kantong dan lebar mata jaring untuk kantong jaring luar lebih besar dari kantong jaring dalam;
(b)  Kantong jaring dalam, yang dipergunakan sebagai tempat memelihara ikan. Ukurannya 
bervariasi dengan pertimbangan banyaknya ikan yang dipelihara dan kemudahan dalam penanganan dan perawatannya.
Ada 3 (tiga) tingkat ukuran mata waring/jaring, yaitu (a) Waring bagan dengan ukuran mata (mesh size) sekitar 0,5 cm, (b) Jaring polyethylene ukuran mata (mesh size) 1,0 inchi, dan (c) Jaring polyethylene ukuran mata (mesh size) 1,5 inchi. Setiap unit KJA mempunyai 6 buah waring bagan (3 buah dipakai dan 3 buah untuk waring pengganti), 6 buah jaring polyethylene mesh size 1,0 inchi (3 buah dipakai dan 3 buah untuk jaring pengganti), dan 6 buah jaring polyethylene mesh size 1,5 inchi (3 buah dipakai dan 3 buah untuk jaring pengganti). 

2. Pemberat
Pemberat berfungsi untuk menahan arus dan menjaga jaring agar tetap simetris. Pemberat yang terbuat dari batu, timah atau beton dengan berat 2 – 5 kg per buah, dipasang pada tiap-tiap sudut keramba/ jaring.

Panen dan Pasca Panen
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas ikan kerapu yang dibudidayakan dengan KJA, antara lain : penentuan waktu panen, peralatan panen, teknik pemanenan, serta penanganan pasca panen. Waktu panen, biasanya ditentukan oleh ukuran permintaan pasar. Ukuran super biasanya berukuran 500 – 1000 gram dan merupakan ukuran yang mempunyai nilai jual tinggi. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari sehingga dapat mengurangi stress ikan pada saat panen karena ketika waktu itu cuaca tidak terlalu panas. Peralatan yang digunakan pada saat panen, berupa: scoop, kerancang, timbangan, alat tulis, perahu, bak pengangkut dan alat aerasi.
Teknik pemanenan yang dilakukan pada usaha budidaya ikan kerapu dalam KJA dengan metoda panen selektif dan panen total. Panen selektif adalah pemanenan terhadap ikan yang sudah mencapai ukuran tertentu sesuai keinginan pasar terutama pada saat harga tinggi. Sedang panen total adalah pemanenan secara keseluruhan yang biasanya dilakukan bila permintaan pasar sangat besar atau ukuran ikan seluruhnya sudah memenuhi kriteria jual.
Penanganan pasca panen yang utama adalah masalah pengangkutan sampai di tempat tujuan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar kesegaran ikan tetap dalam kondisi baik. Ini dilakukan dengan dua cara yaitu pengangkutan terbuka dan pengangkutan tertutup. Pengangkutan terbuka digunakan untuk jarak angkut dekat atau dengan jalan darat yang waktu angkutnya maksimal hanya 7 jam. Wadah angkutnya berupa drum plastik atau fiberglass yang sudah diisi air laut sebanyak 1/2 sampai dengan 2/3 bagian wadah sesuai jumlah ikan. Suhu laut diusahakan tetap konstan selama perjalanan yaitu 19 – 21 0C. Selama pengangkutan air perlu diberi aerasi dengan kepadatan ikan kurang lebih  50 kg/wadah. Cara pengangkutan yang umum digunakan adalah dengan pengangkutan tertutup dan umumnya untuk pengangkutan dengan pesawat udara. Untuk itu, 1 kemasan untuk 1 ekor ikan dengan berat rata-rata 500 gam.
 

Fotografer ini rela berenang 10 tahun dengan hiu demi foto-foto ini!

Hiu menjadi salah satu hewan laut yang banyak ditakuti oleh orang-orang. Namun, bagi fotografer berikut ini, hiu adalah salah satu hewan yang selalu menarik untuk dikulik. Michael Muller adalah nama fotografer tersebut.
Sejak dulu, Michael selalu penasaran dengan hewan yang satu ini, hingga ia menghabiskan waktu 10 tahun lamanya untuk berenang dari satu perairan ke perairan lainnya demi mendapatkan foto-foto yang menakjubkan dari hiu.

Michael Muller awalnya bukan seorang fotografer alam. Ia terkenal bekerja dengan selebriti. Ia juga yang menggarap Rihanna dan poster film Deadpool. Tapi selama satu dekade terakhir, ia memutuskan untuk intens berburu foto tentang hiu, beserta sang istri.

"Saya pergi ke Guadalupe Island, sekitar 200 mil dari Meksiko. Tempat itu adalah sebuah pulau vulkanik," katanya kepada techinsider.com.
Sejak perjalanannya di pulau tersbeut, akhirnya ia menemukan kecintaannya kepada hiu dan terus ketagihan menyelam dan memotret hiu. Berikut adalah beberapa foto menakjubkannya.


1. Dekat sekali ya.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



2. Yap! Ini adalah hiu kepala martil.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



3. Indah sekali.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



4. Wow!
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



5. Michael sepertinya tidak takut berdekatan dengan hiu.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



6. Bahkan sampai memegangnya.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



7. Cantik!




8. Di perairan biru.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



9. Hiu adalah salah satu predator berbahaya di laut.
http://lauttual.blogspot.co.id/2016/08/fotografer-ini-rela-berenang-10-tahun.html



10. Dan Michael Muller berani melakukan apapun untuk mendapatkan foto-fotonya, salut!
 

Mengapa Harga Ikan Tuna Sirip biru Begitu Mahal?

Ikan Tuna Adalah jenis ikan air laut yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, berbagai macam olahan yang dapat dibuat menggunakan daging ikan ini, misalnya saja Sushi, olahan ini sangat tidak asing ditelinga kita. Ikan ini hidup di perairan Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik,dan Laut Tengah. Namun Mayoritasnya ikan ini berada di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.




Di Indonesia Sendiri kita dapat menjumpai ikan tuna di Perairan Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Aafura, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Aru, dan Laut Flores. Namun wilayah dengan jumlah tangkap terbesar Indonesia adalah di Perairan Bali berbatasan dengan negara Australia. Bentuk ikan ini sedikit mirip dengan torpedo dengan mulut runcing dan  sirip ekor(anal) yang bercabang (bercagak). Ikan yang dengan kulit warna putih dan bagian atas agak kegelapan ini memiliki warna daging merah muda sampai merah tua karena ikan ini memiliki jumlah myoglobin yang tinggi. Ikan ini memilki ukuran yang dapat mencapai 368 Kg. Untuk beberapa jenis tuna, misalnya tuna sirip biru (Thunnus thynnus) dapat bertahan hidup dengan kondisi suhu air yang beragam karena ikan ini dapat meningkatkan suhu tubuhnya melibihi suhu air. Ikan ini memiki harga yang sangat mahal yakni bisa mencapai 18 Miliyar per ekornya.



Jenis-jenis Ikan Tuna
  • Gymnosarda unicolor.
  • Euthynnus affinis, tongkol como.
  • Thunnus albacares, madidihang atau tuna jabrig.
  • Thunnus atlanticus, tuna sirip hitam.
  • Thunnus maccoyii, tuna sirip biru selatan.
  • Auxis thazard, tongkol krai.
  • Auxis rochei, tongkol lisong.
  • Thunnus obesus, tuna mata besar.
  • Thunnus thynnus, tuna sirip biru Atlantik.
  • Auxis tongolis.
  • Katsuwonus pelamis, cakalang.
  • Thunnus karasicus, tuna karasik.
  • Thunnus orientalis, tuna sirip biru Pasifik.
  • Thunnus tonggol, tongkol abu-abu.
  • Thunnus lineaus.
  • Euthynnus lineatus.
  • Allothunnus fallai.
  • Euthynnus alletteratus.
  • Thunnus alalunga, albakora, 105 sentimetre (41 in)
Penyebab Ikan Tuna Sirip Biru Mahal
  • Dinegara lain konsumsi ikan tuna sangat tinggi
Konsumsi ikan tuna dinegara lain seperti jepang amatlah tinggi. Dijepang ikan ini menjadi komotidas utama untuk dikonsumsi karena memiliki nutrisi yang sangat tinggi dan juga rasanya yang enak dengan daging yang bertekstur lembut. Dipasar lelang jepang satu ekor ikan juna jenis sirip biru (bluefin) seberat lebih dari 200kg bisa mencapai 1 Miliar/ekor bahkan bisa jauh diatasnya.
  • Penurunan jumlah yang drastis
Sejak 1960 ikan tuna mengalami penurunan yang sangat drastis karena perburuan yang di lakukan kapal-kapal jepang secara besar-besaran dan bertebaran di samudra pasifik dan atlantik.

 

7 Ikan dengan Tampang Menyeramkan yang Ada di Lautan

Ikan ini terbagi menjadi dua, ada yang hidup di laut dan air tawar. Kalau ikan yang hidup di air tawar mungkin kamu sudah sering melihat atau bahkan mengonsumsi. Tapi, kalau ikan yang hidup di laut, mungkin kamu jarang menemuinya.
Apalagi, kalau ikan yang hidup di laut memiliki muka dan bentuk yang mengerikan. Pernah lihat nggak? Kalau belum pernah lihat, mending langsung lihat sendiri gambarnya.


Fangtooth Fish


Ikan pertama ini memiliki tampang yang sangat dan garang. Dengan gigi-giginya yang tajam, disertai tubuh hitam, seperti monster saja ikan yang satu ini.

Nama ikan ini adalah fangtooth fish, atau bisa juga disebut ikan gigi taring. Ikan ini hidup di lautan dengan kedalaman 5.000 meter. Walaupun ikan ini memiliki gigi yang terlihat besar dan tajam, tapi ada yang menyebutkan bahwa ikan ini tidak bisa melukai manusia lho.

Gigi yang sangat tajam dari fangtooth fish ini digunakan untuk merobek-robek mangsanya. Bagian wajah ikan ini pun keras, sehingga menjadikan ikan ini mampu bertahan dalam pertarungan dengan predator lainnya.


Hiu Hantu Hitam


Hiu hantu hitam ditemukan pada tahun 2009 di lepas pantai California. Hiu yang memiliki bentuk yang aneh ini disebut juga dengan chimera dan dianggap sebagai hewan purba yang masih hidup di bumi. Ikan menyeramkan ini juga dianggap sudah ada sejak 400 juta tahun yang lalu karena habitat ikan ini berada di laut yang sangat dalam.


Tonguefish


















Kalau dilihat dari namanya, ikan ini pasti bentuknya mirip lidah. Memang benar, kalau tonguefish adalah ikan lidah. Ikan ini hidup di dasar Samudera Pasifik yang dalam.

Nama latin ikan berbentuk seperti lidah ini adalah Symphurus thermophilus. Dengan bentuk seperti lidah dan hidup di laut yang dalam. Para ilmuwan masih belum bisa menemukan bagaimana ikan ini dapat bertahan dan berkembang biak.



Flabby Whalefish

Flabby whalefish bisa juga disebut dengan paus lembek. Merupakan ikan yang ditemukan di lepas pantai timur Selandia Baru dengan kedalaman 2.000 meter.

Warna paus lembek adalah merah cerah dengan corak hitam di sekujur tubuhnya. Warna tersebut didapat karena ikan ini hidup di laut yang sangat dalam dan minim sekali cahaya matahari.


Viper Pasifik



Kalau biasanya kamu dengar nama viper adalah nama ular, kali ini viper merupakan nama ikan lho. Ikan viper pasifik merupakan seekor ikan yang memiliki gigi berbentuk jarum yang tajam. Gigi ikan ini sangat besar, sampai-sampai si viper pasifik ini tidak bisa menutup mulutnya.

Kalau ngeri lihat gambar ikan ini, kamu pasti belum pernah lihat ikan aslinya. Ikan ini panjangnya hanya 25 cm saja, dan mereka hidup di kedalaman 4.400 meter. Sangat dalam untuk dapat dijangkau manusia tanpa menggunakan alat.


Dumbo Octopus

















Hewan ini sepertinya bukan termasuk hewan yang mengerikan ya? Kalau dilihat dari bentuknya, hewan ini justru terlihat lucu dan menggemaskan.

Dumbo octopus adalah nama hewan yang satu ini, ditemukan pada tahun 1999. Hewan ini bentuknya aneh, mirip monster yang ada di Pokemon. Dumbo octopus ini diperkirakan hidup pada kedalaman 7.000 meter di dalam lautan.


Hiu Goblin


Hiu goblin pertama ditemukan di perairan timur Australia pada tahun 1985. Pada tahun 2003, ikan ini sempat tertangkap lebih dari 100 ekor di daerah perairan Taiwan setelah terjadi gempa bumi.

Diketahui bahwa ikan ini bergerak lambat dan dapat tumbuh hingga 3,8 meter. Memiliki gigi yang tajam dan tampang yang mengerikan. Bahkan, kalau dilihat-lihat, ikan ini lebih mengerikan daripada hiu yang biasa kita lihat.










 

7 Hewan Berkekuatan Listrik Paling Berbahaya di Dunia

Selama menggerakkan otot rutin, setiap makhluk hidup selalu memancarkan muatan listriknya. Meskipun kekuatan listrik tersebut sangatlah lemah, bahkan nyaris tidak dapat dirasakan.

Lain halnya dengan beberapa makhluk hidup atau hewan yang tinggal di air, kebanyakan dari mereka dapat menghasilkan listrik dengan daya yang lumayan besar. Hal ini diperuntukan agar mereka dapat mendapatkan mangsanya dengan mudah.

Untuk memproduksi listrik, hewan-hewan air tersebut memerlukan sebuah kemampuan khusus yang disebut dengan electroreception biologis pada tubuh mereka. Selain digunakan saat berburu mangsa, kemampuan tersebut juga berfungsi sebagai keperluan navigasi mereka.

Dibawah ini terdapat sederet hewan yang memiliki kemampuan uniknya berupa menghasilkan listrik. Lantas, apa saja tujuan dari kemampuan tersebut? Ini dia liputannya.



Elephant Nose Fish



Dalam bahasa Indonesia, ikan ini terkenal dengan sebutan Ikan Belalai Gajah. Elephant nose fish memiliki habitat di sekitar area sungai Afrika tengah dan barat.

Rupanya hitam gelap, bentuknya lonjong dan agak meruncing di bagian mulutnya (layaknya belalai gajah). Electroplax atau organ listrik khusus pada ekor ephant nose fish berfungsi untuk menghasilkan listrik saat sedang berburu.

Saat beristirahat atau tidak sedang dalam digunakan, beberapa sel electroplax tersebut masing-masing mempunyai muatan negatif pada bagian dalamnya, sedangkan di bagian luar mengandung muatan positif.

Tatkala organ electroplax ini dirangsang dengan kontraksi otot, seperti terkena sentuhan dari predator. Maka akan terjadi arus listrik balik yang mana menimbulkan sengatan kepada makhluk apa pun yang menyentuhnya.


Echidnas


Dalam klasifikasi ordo monotreme, echidnas merupakan hewan berduri yang mempunyai sebuah anggota tubuh unik berbentuk moncong panjang di bagian depan. Usut punya usut, moncong ini ternyata berfungsi sebagai mulut sekaligus hidung.

Tak hanya itu, moncong panjang tersebut juga dapat menghasil berbagai sinyal listrik yang dapat membantu mereka dalam menemukan serangga untuk dimakan.

Moncong echidnas akan nampak basah jika mereka berada di darat, sehingga arus listriknya akan selalu terhantarkan ketika menemui mangsanya.

Para ilmuwan meyakini bahwa listrik pada hewan echidnas itu berfungsi sebagai alat pelindung diri. Yang mana hewan tersebut seringkali dihadapkan dengan berbagai serangan predator.



Lele Air Tawar


Catfish electric merupakan nama lain dari lele tawar yang hidup di perairan tropis Afrika ini. Lele tawar dapat menghasilkan listrik hingga 250 volt! Ini setara dengan jumlah voltage yang dibutuhkan oleh satu unit komputer dalam kurun waktu sekitar 45 menit.

Dengan kekuatan listrik ini, lele tawar mampu menghadapi berbagai serangan predator dan hewan lainnya yang mencoba memangsanya. Jaringan otot khusus pada lele tawar berfungsi sebagai organ listrik. Bentuknya seperti suatu lapisan agar-agar yang terletak di bawah kulitnya.



Belut Listrik



Hewan ini sebenarnya tidak masuk dalam klasifikasi belut meskipun memiliki nama belut listrik. Hal ini dikarenakan belut listrik masih dalam klasifikasi ikan.

Belut listrik hidup kebanyakan hidup di perairan Amerika Selatan dengan senjatanya yang mematikan berupa sengatan listrik.

Uniknya, belut listrik ini dapat mengeluarkan sengatan energi elektrik semala satu jam terus menerus tanpa lelah. Bahkan kekuatannya pun tidak kalah besar jika dibandingkan dengan hewan listrik lainnya yakni sebesar 500 volt!

Bisa jadi jika korban yang sesudah terkena sengatan listrik dari hewan ini akan berakibat pada kematian, meski hanya untuk seukuran orang dewasa sekalipun.



Hiu Kepala Martil


Mengandalkan ratusan ribu organ eletroreceptor (ampullae), hiu martil menjadikan dirinya sebagai satu-satunya hiu yang mempunyai sensitivitas listrik terbesar.

Organ listrik tersebut berguna sebagai alat pendeteksi medan listrik dari beberapa hewan listrik lainnya.Sehingga mereka mampu mendeteksi sinyal listrik dari hewan lain agar ia dapat dengan mudah mencari mangsa.

Lain daripada itu, hiu ini juga memanfaatkan deteksi listrik internal mereka layaknya sebuah perangkat GPS (Global Positioning System) yang mana berfungsi sebagai alat navigasi di saat mereka akan beradaptasi dengan arus air laut yang ada.



Electric Skates Fish


Sebagian besar waktu dari hewan ini dihabiskan di dasar laut atau air dingin. Sesuai dengan namanya, electric skate dapat menyerap listrik lemah yang dikeluarkan oleh siput, udang dan kerang, yang mana dari ketiga hewan tersebut merupakan santapan mereka.

Di bagian ekornya-lah listrik dari hewan tersebut dihasilkan. Setiap sengatan yang dihasilkan mengandung efek yang berbeda-beda, tergantung dari jenis spesies yang ia sengat.

Selain dapat memudahkannya dalam mencari mangsa, listrik pada electric skates fish juga dapat digunakan sebagai alat pertahanan terhadap serangan predator.

Tak hanya itu, mereka juga dapat saling mengenal dan berkomunikasi antar sesamanya.


Ikan Pari


Electric ray atau ikan pari elektrik menyimpan sedikit kemiripan dengan belut listrik, yakni dapat mengontrol tegangan di seluruh muatan listrik pada tubuhnya, organ produksi listrik ikan pari berada di antara kedua sisi kepala.

Kedua sisi kepala ini mampu menghasilkan listrik secara serentak yakni 8 hingga 220 volt.

Setidaknya ada 69 spesies ikan pari elektrik yang sudah tersebar di seluruh penjuru bumi. Dengan beragam kekuatan listriknya yang berbahaya yang selanjutnya disebut dengan torpere.

Dengan kata lain, nama itu berarti menyebabkan kaku atau kelumpuhan akibat sengatan listriknya yang menimbulkan dampak seperti itu.

Rata-rata kejutan listrik yang dikeluarkan oleh ikan pari listrik setara dengan efek menaruh pengering rambut yang masih menyala ke dalam bak mandi yang berisi banyak air.





 

Hiu dan Pari Manta Resmi Dilindungi!




 lima spesies hiu dan dua spesies pari manta yang terancam punah mendapatkan perlindungan yang lebih serius dari Konvensi Perdagangan Internasional Terhadap Satwa dan Tumbuhan yang Terancam Punah (
Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna/CITES), melalui  peraturan perlindungan dari aktivitas perikanan yang tidak berkelanjutan di pasar perdagangan internasional. Perdagangan komersil akan diatur untuk memastikan hiu dan pari manta berasal dari sumber yang legal dan diambil dengan praktik berkelanjutan, serta perdagangannya tidak mengancam kelangsungan populasi mereka. 

Ketujuh spesies ini dicantumkan dalam daftar Appendix II setelah diperolehnya 2/3 suara mayoritas dari negara-negara yang meratifikasi CITES, termasuk Indonesia, di pertemuan sebelumnya. “Dengan diberikan waktu selama 18 bulan sebelum pemberlakuan regulasi ini, negara-negara yang meratifikasi CITES diharapkan dapat melakukan persiapan terlebih dahulu sehingga penerapannya dapat terlaksana dengan baik,“ ujar Dr. Colman O Criodain, Spesialis Perdagangan Satwa Liar, WWF-Internasional.

WWF berharap regulasi CITES tidak hanya dapat tegas penerapannya, tetapi juga mampu mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan. Jumlah populasi beberapa spesies hiu dan manta yang berstatus langka ini bahkan sudah pada tingkat yang sebenarnya tidak layak ditangkap lagi, dibutuhkan waktu pemulihan untuk menyelamatkan spesies-spesies tersebut dari ancaman kepunahan.

Indonesia sendiri merupakan habitat bagi empat jenis hiu dan dua jenis pari manta yang tercantum dalam daftar Appendix II CITES ini. Spesies hiu dan pari manta tersebut adalah oceanic whitetip shark, 3 jenishammerhead shark (scalloped hammerhead, smooth hammerhead, great hammerhead), oceanic manta dan reef manta.

Menanggapi regulasi CITES ini, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan perlindungan penuh terhadap hiu paus, oceanic manta dan reef manta; serta menyusun Rencana Aksi Nasional. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI), juga berkolaborasi dengan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) dalam penyusunan dokumen-dokumen pelengkap dalam pengelolaan perikanan hiu. “Upaya penyusunan rencana pengelolaan di tingkat nasional perlu segera dilakukan dalam memastikan penerapan ratifikasi CITES ini dapat berjalan dengan baik dan populasi hiu dapat dilestarikan,” kata Wawan Ridwan, Direktur Coral Triangle WWF-Indonesia.  

Hiu adalah predator puncak dan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Mengatur perdagangan adalah kunci untuk melindungi spesies penting ini dan memastikan laut tetap produktif berkontribusi untuk ketahanan pangan. Diperkirakan 90% populasi hiu di beberapa lokasi di dunia mengalami penurunan drastis. Spesies ini diburu untuk sirip, daging, kulit, minyak hati dan tulang rawannya.  Permintaan pasar akan sirip hiu terbesar berasal dari Asia, yang kemudian menjadi pendorong atas penangkapan ikan secara berlebihan yang mengakibatkan penurunan populasi. Sirip oceanic whitetip danhammerhead diburu karena bernilai tinggi, sementara sepiring produk olahan insang pari manta dicari untuk tonik kesehatan di Cina Selatan.

Kerjasama internasional dinilai sangat penting untuk implementasi langkah-langkah baru CITES. Konvensi ini merupakan bagian dari solusi terpenting untuk mempercepat perbaikan dalam pengelolaan perikanan di negara kepulauan. Akan tetapi, juga sangat penting untuk mengurangi konsumsi sirip hiu dan daging hiu. Menurut Andy Cornish, pimpinan dariSharks: Restoring the Balance, “Meskipun daftar CITES telah dikeluarkan, hingga saat ini masih belum ada sertifikasi keberlanjutan untuk sirip hiu di pasar, sehingga produk tersebut harus dihindari.”

WWF telah menginisiasi kampanye untuk mengajak perusahaan dan konsumen di beberapa negara Asia agar berhenti membeli, menjual atau mengonsumsi sirip hiu. Pada Mei 2013 lalu, WWF-Indonesia meluncurkan kampanye Save Our Sharks (#SOSharks) yang mengajak publik untuk menghentikan promosi kuliner, konsumsi, penjualan produk-produk hiu di restoran, hotel, ritel, toko online, dan media massa. Kampanye ini berhasil mendorong pencapaian komitmen maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan embargo atas pengiriman kargo sirip hiu. Selain itu, kampanye #SOSharks juga mendapatkan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta dengan mengeluarkan instruksi gubernur mengenai pelarangan konsumsi dan perdagangan secara internal di seluruh staff Pemprov, dan saat ini sedang menyiapkan Perda yang mengatur restoran atau rumah makan di Jakarta agar berhenti menyajikan atau memperdagangkan produk-produk hiu serta turunannya. 
 

Bagaimanakah Cara Belut Listrik Menghasilkan Aliran Listrik

Kekuasaan Tuhan memang besar adanya, menciptakan sebuah belut yang mempunyai aliran listrik. Berbagai macam mahkluk diciptakan mempunyai kelebihannya masing-masing dari sifat yang wajar dan tak wajar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWQpckyyX6B24nJsJb-moEf10nQ0WDRZE7N8WuRm-7qBpMFJOnN0IzAhUQ5ugZf9731muxvK0Kac3WZEawvGr9rB7SDaDTTbkESy3RXlhDTsuPm9gImqEZWVwyR5QPi86Njk9svsBMaoEm/s1600/1.jpg

Beberapa ratus spesies ikan memiliki organ penghasil listrik, namun hanya sedikit yang dapat menghasilkan daya listrik yang kuat. Organ penghasil listrik yang dimiliki oleh kebanyakan ikan tersusun dari sel saraf dan sel otot yang telah mengalami perubahan penting.

Bentuk organ listrik seperti piringan kecil yang memproduksi lendir disebut elektrosit, tersusun dan menyatu di bagian atas dari susunan lain yang sejajar. Pada umumnya, semua piringan menghadap arah yang sama yang memuat 150 atau 200 piringan setiap susunannya.

Misalnya, pada ikan torpedo terdapat 140 sampai 1000 piringan listrik pada setiap kolom. Pada ikan torpedo yang sangat besar, jumlah seluruh piringan sampai setengah juta.

Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik.


Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu menghasilkan daya listrik sampai 220 volt pada ikan torpedo atau sampai 650 volt pada belut listrik.

Pada umumnya semua spesies ikan tawar hanya menghasilkan listrik ringan, kecuali sembilang listrik dan belut listrik. Ikan listrik yang hidup di laut memiliki tenaga listrik yang lebih kuat dan berbahaya, karena air laut mengandung garam yang membuat dirinya lebih tahan terhadap arus listrik. Posisi dan bentuk organ listrik ini bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang menghasilkan sinyal bertegangan rendah 2 hingga 3 volt. Jika ikan-ikan ini tidak menggunakan sinyal listrik lemah semacam ini untuk berburu atau mempertahankan diri, lalu digunakan untuk apa?

Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Tuhan menciptakan sistem indera dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut.

Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya.

Benda apapun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar.

Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia masih kita kembangkan, penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan seperti ini akan menjadi jelas.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZHXvf-AZtuNHGX32BeryxgunupL9tiOH-5bGSrYNyooKLUXO0Fc2ZAowmYtlesT9Z1eDOonVG3jld8FyFx047UoxwyoP8mvnzG-Kd8ObLqJMIuQbHXif_QSpcmMYzWU43DLyYAvR53c_y/s1600/1.jpg

Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.

Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt).

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgewf_ZTYH4aZsMgpnpCF9BqIeldW7hF4uHPLMqhLFyQy-MU7usDjpwBwFOxUbOW4j5vf70DKqg1xsoOiJfUHbK2xY2MD9ZGZYJL3DiVLfxRwAJaF84D0uhe6za3yT3Q8UOe60jr7jCXjQZ/s1600/1.gif

Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu.

Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Namun hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.
 
 
Support : Creating Website | Lucky Template | Biru Lautanku
Copyright © 2011. Laut Tual - All Rights Reserved
Modificated by Lucky Biru Lautanku | Informasi Online
Proudly powered by Blogger